SEBUAH PENANTIAN
[14:04, 6/15/2018] Hendro Siswanto: Lukas 1:13
Tetapi malaikat itu berkata kepadanya, "Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan. Elisabet, istrimu, akan melahirkan seorang anak laki² bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes.
SEBUAH PENANTIAN
Bacaan: Lukas 1:5-25
Ada banyak cara yg dilakukan orang ketika bepergian dan harus menunggu kendaraan umum.
Bisa mendengarkan musik, membaca, bermain game, memantau Facebook, ngobrol dg teman, dan sebagainya.
Mereka berusaha mengisi waktu dan mengusir kejemuan.
Ya, kebanyakan orang tidak suka menunggu.
Zakharia dan Elisabet mengalami penantian yg amat panjang untuk memiliki keturunan (ay13).
Tuhan menjawab pergumulan mereka dalam waktu yg secara manusiawi sangat mustahil.
Bahkan Zakaria sendiri sampai tidak memercayainya. Bagaimana tidak, Tuhan menjawab doa itu pada saat mereka berdua sudah lanjut usia (ay18).
Suatu kejutan membahagiakan yg menghapuskan aib mereka. Bukan hanya itu. Anak yg lahir itu, yg diberi nama Yohanes, turut mengambil bagian dalam karya keselamatan Allah.
Anak ini ditetapkan untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan Mesias (ay16-17).
Bukankah kita juga kerap berpikir bahwa Tuhan terlambat dalam menjawab doa kita?
Atau, malah mengabaikannya sama sekali. Sesungguhnya Dia tidak pernah terlalu lambat atau terlalu cepat. Tuhan menjawab doa dan penantian kita bukan hanya untuk memuaskan keinginan kita. Dia ingin menyelaraskan keinginan kita dg kehendak-Nya.
Bisa jadi, seperti dialami Zakharia dan Elisabet, jawaban-Nya justru mengejutkan karena melampaui pengharapan kita.
Jadi, jangan jemu menantikan Dia. Gunakan waktu menunggu untuk melakukan hal² yg bermanfaat dan produktif.
Biarlah Dia menjawab doa kita menurut waktu-Nya.
JAWABAN DOA DARI TUHAN BUKAN HANYA TEPAT PADA WAKTU-NYA, TETAPI JUGA MENYELARASKAN KEINGINAN KITA DGN KEHENDAK-NYA
Selamat Pagi. Kasih karunia dan damai sejahtera Allah Bapa dan Yesus Kristus dalam persekutuan Roh Kudus menyertai kita sekalian. Amin
[14:05, 6/15/2018] Hendro Siswanto: RENUNGAN PAGI
Hosea 2:18
Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk se-lama²nya dan Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang.
KASIH YG MEMAAFKAN
Bacaan: Hosea 2:13-22
Seorang istri memberikan kesaksian. Ketika ia tahu suaminya selingkuh, awalnya ia sangat marah. Namun, karena komitmennya untuk menjaga pernikahan sangat kuat, ia pun belajar menerimanya.
Cintanya kepada suami dan anak²nya memampukannya untuk memaafkan walaupun memerlukan waktu yg cukup lama. Alhasil, keutuhan keluarganya dapat dipertahankan sampai sekarang.
Kisah nabi Hosea memberikan pelajaran berharga tentang hal itu. Ketika Gomer, istrinya, berkhianat, ia tetap menerimanya dgn baik. Hosea mau kembali berbagi hidup demi kelanggengan pernikahan tersebut. Ia berinisiatif membangun kembali hubungan suami-istri yg telah dirusak oleh perzinaan itu bukan sekadar dgn mempertahankan ikrar pernikahan, melainkan kembali menyatukan dirinya dgn Gomer menjadi satu daging.
Kita belajar bahwa Tuhan rindu agar hubungan yg fungsional Hosea dan Gomer sebagai pasangan suami-istri yang sah secara hokum bertumbuh menjadi personal: Hosea dan Gomer saling mengasihi.
Kisah pernikahan Hosea dan Gomer tidak lain gambaran kasih Tuhan kepada kita. Kita dulu adalah Gomer; ataukah sekarang masih seperti dia? Tuhan dgn api cinta yg me-nyala² mengejar kita, rindu kita menjadi kekasih-Nya.
Apakah kita tetap memilih melacurkan diri? Sampai kapan kita mau terus lari? Ada hubungan yg begitu intim dan mesra yg Tuhan telah siapkan bagi kita.
Mari kita dengarkan Dia dan sambutlah cinta-Nya dalam hidup kita. Tak ada seorang pun yg mencintai kita seperti DIA.-EN
MEMAAFKAN ADALAH BENTUK CINTA YG PALING TINGGI DAN PALING INDAH
Selamat Pagi. Allah Bapa yg mahakuada dan Yesus Kristus Tuhan melimpahkan kasih, keselamatan dan rachmat-NYA utk kita sekalian dan keluarga. Amin.
Happy Holiday
Tetapi malaikat itu berkata kepadanya, "Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan. Elisabet, istrimu, akan melahirkan seorang anak laki² bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes.
SEBUAH PENANTIAN
Bacaan: Lukas 1:5-25
Ada banyak cara yg dilakukan orang ketika bepergian dan harus menunggu kendaraan umum.
Bisa mendengarkan musik, membaca, bermain game, memantau Facebook, ngobrol dg teman, dan sebagainya.
Mereka berusaha mengisi waktu dan mengusir kejemuan.
Ya, kebanyakan orang tidak suka menunggu.
Zakharia dan Elisabet mengalami penantian yg amat panjang untuk memiliki keturunan (ay13).
Tuhan menjawab pergumulan mereka dalam waktu yg secara manusiawi sangat mustahil.
Bahkan Zakaria sendiri sampai tidak memercayainya. Bagaimana tidak, Tuhan menjawab doa itu pada saat mereka berdua sudah lanjut usia (ay18).
Suatu kejutan membahagiakan yg menghapuskan aib mereka. Bukan hanya itu. Anak yg lahir itu, yg diberi nama Yohanes, turut mengambil bagian dalam karya keselamatan Allah.
Anak ini ditetapkan untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan Mesias (ay16-17).
Bukankah kita juga kerap berpikir bahwa Tuhan terlambat dalam menjawab doa kita?
Atau, malah mengabaikannya sama sekali. Sesungguhnya Dia tidak pernah terlalu lambat atau terlalu cepat. Tuhan menjawab doa dan penantian kita bukan hanya untuk memuaskan keinginan kita. Dia ingin menyelaraskan keinginan kita dg kehendak-Nya.
Bisa jadi, seperti dialami Zakharia dan Elisabet, jawaban-Nya justru mengejutkan karena melampaui pengharapan kita.
Jadi, jangan jemu menantikan Dia. Gunakan waktu menunggu untuk melakukan hal² yg bermanfaat dan produktif.
Biarlah Dia menjawab doa kita menurut waktu-Nya.
JAWABAN DOA DARI TUHAN BUKAN HANYA TEPAT PADA WAKTU-NYA, TETAPI JUGA MENYELARASKAN KEINGINAN KITA DGN KEHENDAK-NYA
Selamat Pagi. Kasih karunia dan damai sejahtera Allah Bapa dan Yesus Kristus dalam persekutuan Roh Kudus menyertai kita sekalian. Amin
[14:05, 6/15/2018] Hendro Siswanto: RENUNGAN PAGI
Hosea 2:18
Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk se-lama²nya dan Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang.
KASIH YG MEMAAFKAN
Bacaan: Hosea 2:13-22
Seorang istri memberikan kesaksian. Ketika ia tahu suaminya selingkuh, awalnya ia sangat marah. Namun, karena komitmennya untuk menjaga pernikahan sangat kuat, ia pun belajar menerimanya.
Cintanya kepada suami dan anak²nya memampukannya untuk memaafkan walaupun memerlukan waktu yg cukup lama. Alhasil, keutuhan keluarganya dapat dipertahankan sampai sekarang.
Kisah nabi Hosea memberikan pelajaran berharga tentang hal itu. Ketika Gomer, istrinya, berkhianat, ia tetap menerimanya dgn baik. Hosea mau kembali berbagi hidup demi kelanggengan pernikahan tersebut. Ia berinisiatif membangun kembali hubungan suami-istri yg telah dirusak oleh perzinaan itu bukan sekadar dgn mempertahankan ikrar pernikahan, melainkan kembali menyatukan dirinya dgn Gomer menjadi satu daging.
Kita belajar bahwa Tuhan rindu agar hubungan yg fungsional Hosea dan Gomer sebagai pasangan suami-istri yang sah secara hokum bertumbuh menjadi personal: Hosea dan Gomer saling mengasihi.
Kisah pernikahan Hosea dan Gomer tidak lain gambaran kasih Tuhan kepada kita. Kita dulu adalah Gomer; ataukah sekarang masih seperti dia? Tuhan dgn api cinta yg me-nyala² mengejar kita, rindu kita menjadi kekasih-Nya.
Apakah kita tetap memilih melacurkan diri? Sampai kapan kita mau terus lari? Ada hubungan yg begitu intim dan mesra yg Tuhan telah siapkan bagi kita.
Mari kita dengarkan Dia dan sambutlah cinta-Nya dalam hidup kita. Tak ada seorang pun yg mencintai kita seperti DIA.-EN
MEMAAFKAN ADALAH BENTUK CINTA YG PALING TINGGI DAN PALING INDAH
Selamat Pagi. Allah Bapa yg mahakuada dan Yesus Kristus Tuhan melimpahkan kasih, keselamatan dan rachmat-NYA utk kita sekalian dan keluarga. Amin.
Happy Holiday
Komentar
Posting Komentar